Sebenarnya saya ini wanita yang cengeng, hobi menangis dan sering berkeluh kesah. Sama sekali ga da kuat-kuatnya. Meski demikian, Alhamdulillah saya mampu dan berusaha untuk selalu bertahan. Berawal dari keterpaksaan hingga lambat laun menjadi menerima nasib yang telah digariskan Allah untuk saya. Ternyata memang benar. kekuatan itu bisa didapat dengan berproses. belajar menerima keadaan.
Istri mana yang mau berpisah dengan suami selama berbulan-bulan. Saya rasa tidak ada, tapi hidup tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tidak ada kebahagiaan yang sempurna, yang ada adalah selalu berusaha untuk bahagia.
Sering merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia, tidak pernah melihat bahwa banyak orang yang jauh lebih hebat ujiannya daripada saya, dan semakin saya tidak bersyukur, saya semakin menderita. ya di awal-awal sih nangis bombay tiap hari, tapi ya itu tadi berawal dari keterpaksaan akhirnya bisa juga walau kadang tetap ada masa sangat merindukan suami tapi untuk mengirim pesan saja sulit karena sering tidak ada signal hingga akhirnya kembali nangis Bombay :D
Suami sering menghibur saya, menguatkan dengan kata-kata bahwa saya harus bersyukur karena suami memiliki pekerjaan, sedangkan di luar sana banyak sekali orang yang berusaha mencari kerja atau bahkan bekerja tapi dengan penghasilan yang tidak sesuai dengan kerjanya.
Suami juga mempercayakan segala urusan rumah, sekolah anak, dan sebagainya kepada saya. Hal ini membuat saya banyak belajar. Urusan sekolah Fa dari jaman TK sampai SD sekarang semua saya yang urus dari mulai pendaftaran sampai rapat orang tua murid. Saya pun belajar bagaimana memperbaiki kran air jika bocor, atau bagaimana jika wastafel tersumbat. Bagaimana jika ventilasi kamar mandi copot. Saya belajar sedikit-sedikit Turkce tentang kesehatan dan perbankan, agar jika saya berurusan dengan kedua hal itu bisa membantu. Saya juga harus rela jalan berdua saja dengan Fathima sementara orang lain dengan fullteamnya. Begitu juga jika paspor habis dan kebetulan suami sedang tidak cuti, maka saya harus ke Ankara sendiri dan mengurusnya, pun jika resident permit habis.
Urusan pajak, sigorta (insurance). segala jenis tagihan .belum lagi jika ada masalah dan suami sedang tidak bisa dihubungi maka sebagai istri saya harus mengambil keputusan sendiri. Tidak mudah, tapi untuk berkeluh pun tidak ada gunanya,Itulah kenapa saya merasa saya harus memiliki sahabat-sahabat yang bisa memahami,tempat curhat dan saya bisa andalkan. Alhamdulillah Allah tidak pernah meninggalkan saya. Allah memberikan saya sahabat2 yang baik dan juga tidak pernah membiarkan saya sendirian di negeri anak dan suami saya ini.
ps : sedang kangen, jadinya menulis menghibur diri he he, its not because I am strong but it because I must be strong (talking to my self),
Suami sering menghibur saya, menguatkan dengan kata-kata bahwa saya harus bersyukur karena suami memiliki pekerjaan, sedangkan di luar sana banyak sekali orang yang berusaha mencari kerja atau bahkan bekerja tapi dengan penghasilan yang tidak sesuai dengan kerjanya.
Suami juga mempercayakan segala urusan rumah, sekolah anak, dan sebagainya kepada saya. Hal ini membuat saya banyak belajar. Urusan sekolah Fa dari jaman TK sampai SD sekarang semua saya yang urus dari mulai pendaftaran sampai rapat orang tua murid. Saya pun belajar bagaimana memperbaiki kran air jika bocor, atau bagaimana jika wastafel tersumbat. Bagaimana jika ventilasi kamar mandi copot. Saya belajar sedikit-sedikit Turkce tentang kesehatan dan perbankan, agar jika saya berurusan dengan kedua hal itu bisa membantu. Saya juga harus rela jalan berdua saja dengan Fathima sementara orang lain dengan fullteamnya. Begitu juga jika paspor habis dan kebetulan suami sedang tidak cuti, maka saya harus ke Ankara sendiri dan mengurusnya, pun jika resident permit habis.
Urusan pajak, sigorta (insurance). segala jenis tagihan .belum lagi jika ada masalah dan suami sedang tidak bisa dihubungi maka sebagai istri saya harus mengambil keputusan sendiri. Tidak mudah, tapi untuk berkeluh pun tidak ada gunanya,Itulah kenapa saya merasa saya harus memiliki sahabat-sahabat yang bisa memahami,tempat curhat dan saya bisa andalkan. Alhamdulillah Allah tidak pernah meninggalkan saya. Allah memberikan saya sahabat2 yang baik dan juga tidak pernah membiarkan saya sendirian di negeri anak dan suami saya ini.
ps : sedang kangen, jadinya menulis menghibur diri he he, its not because I am strong but it because I must be strong (talking to my self),

fightiiiing maaak ^_^
ReplyDelete