Friday, September 30, 2016

1001 Cara Membantu Fa Belajar (Judul yang lebay :D)

Pusing, pusing, pusing...emosi tingkat tinggi setiap kali mengajar anak sendiri,terutama masalah klasik seperti Matematika. Anak saya masih ceroboh, belum bisa fokus belajar apalagi kalau di rumah. Ketika saya menerangkan dengan sekuat kata, dia malah larak lirik ke hal lain. Beneran bikin senewen kadang-kadang.

Saya baca-baca teori tentang anak, tentang ngajarin anak dan lain sebagainya, yah ada yang bisa diterapkan tapi banyak juga yang tidak. Saya  inget, bagaimana orang tua saya yang santai dalam menghadapi pendidikan anaknya terutama tentang Matematika, mereka  ga maksa karena kedua orang tua saya juga memang lemah dalam urusan ilmu Alam dan Matematika hahaha, dua-duanya anak sosial, macam saya saja, Dan benar kelima anaknya semua masuk jurusan IPS yang kalau jaman dulu sering jadi anak tiri itu he he.

Balik lagi pada "perjuangan" ngajarin anak terutama bagi saya yang Turkcenya ini super pas2an (hehe tetep dibahas). Banyak soal-soal PR yang saya tidak mengerti maksudnya meskipun saya dah buka kamus. Apalagi bahasa formal dan bahasa pelajaran itu beda banget dengan bahasa sehari-hari. 

Kembali wacana untuk mendaftarkan dia ke ETUT (bimbel) bermain di pikiran saya, dengan pertimbangan guru di ETUT bisa  membantu dia belajar,Tapi begitu saya tanya ke anaknya, dia tidak mau pergi belajar lagi setelah sekolah. Apalagi dia masuk dari jam 8.30 dan baru pulang jam 3 sore. Saya juga tak tega rasanya. kecuali mungkin kalau saya ini ibu yang sibuk bekerja atau punya banyak anak sehingga kerepotan bantu mengajar. Saya ini ibu rumah tangga yang kegiatannya ya di rumah, masa anaknya yang baru kelas 2 SD saya kirim ke bimbel terus dibantuin orang lain ngerjain PRnya sementara saya nyantai di rumah? rasanya kok ini ga bener ya. 

Setelah dipikir-pikir, meski saya kesulitan bantu dia belajar, setidaknya saya harus mencoba dulu, saya harus berjuang...hwaitingggg. Untuk Turkce, hayat bilgisi dan bhs Inggris serta muzik dan lainnya anak saya tidak mengalami kesulitan, tapi ya ini untuk Matematika dengan jenis soal2 bercerita dan metode pemecahan masalah dia masih kelimpungan. (Mungkin ini genetik xixixi)

Pilihan awal saya untuk solusi ini jatuh ke tablet. Akhirnya saya izinkan dia untuk lebih sering bersentuhan dengan tablet, meskipun sebenarnya saya masih keberatan untuk membiasakan dia dengan benda tersebut, namun demi aplikasi-aplikasi yang saya pikir bisa membantu dia belajar, akhirnya saya berikan waktu yang lebih banyak. 

Sejak semester 2 dan mulai belajar Matematika dengan pemecahan masalah, metode ini saya terapkan. Saya temani dia melihat tabletnya, tapi kok saya belum merasa pas dengan aplikasi-aplikasinya dan saya agak kesulitan memberikan soal dan menjelaskan di tablet yang kecil.

Mencoba menjelaskan melalui papan tulis, tetap saya juga merasa kesulitan terutama untuk menarik fokus Fathima agar mau serius belajar, Akhirnya saya menggunakan laptop, lagi-lagi belum merasa leluasa karena layarnya yang kecil juga, Pilihan selanjutnya jatuh ke aplikasi youtube yang ada di televisi, karena saya tahu Fathima sangat menikmati jika saya bukakan video belajar bahasa Inggris youtube di televisi. Sayangnya di youtube video-video materi pelajaran terutama dengan bahasa pengantar Turkce tidaklah banyak dan tidak menarik.

Setelah googling akhirnya saya temukan aplikasi dan web online learning dengan berbahasa Turkce yang keren untuk membantu belajar yaitu  Morp* K*mp*s. Berbayar sih  per tahun 84 TLan tapi worth it , di dalamnya lengkap mulai dari online library, materi pelajaran animasi dan video, soal-soal latihan dan cara pemecahan masalah. Sekarang tinggal bagaimana caranya saya menarik perhatian Fathima agar tidak bosan dan merasa senang belajar. Muncul pemikiran seandainya saya bisa koneksikan laptop yang bisa buka web online learning itu dengan layar yang lebih besar yakni televisi.




Teringat dengan seseorang yang main game online, karena layar komputer relatif kecil dan dia merasa lebih puas jika main dengan layar besar sehingga dia akhirnya menyambungkan laptop dengan kabel HDMI. Kemudian tanpa buang waktu lagi saya pun akhirnya beli kabel HDMI. Dan begitu saya coba, komen pertama Fathima adalah cok eglenceli, bagi saya juga jadi lebih mudah, setelah melihat video pelajaran saya juga bisa langsung menuliskan soal-soal melalui words (sstt soal-soalnya nyontek buku yang saya ganti cuma hitungannya saja hehe).  Alhamdulillah, sementara ini dia mulai menikmati belajar dengan cara seperti ini. Sekarang dia malah nagih minta belajar dengan menyambungkan laptop ke televisi, Mudah-mudahan lebih fokus dan tidak cepet bosen lagi ya nak hehe






No comments:

Post a Comment