Monday, June 20, 2016

A Proud Mommy ;)

Sudah dua hari ini saya merasa menjadi ibu yang paling bahagia se dunia (mulai lebayyy), ibu yang paling bangga. Penasaran ga kenapa? Penasaran dongggg..he he he. Fathima sudah bisa puasa, bukan setengah hari tapi sehari penuh. Dari imsak sampai maghrib. Alhamdulillah.


Usia Fathima masih 6,5 tahun, belum lagi di Turki waktu puasa lebih lama dari Indonesia. Imsak jam 2.50 dan iftar jam 20.20. Saya merasa tidak yakin dia akan mampu berpuasa. Tapi di hari pertama saya mencoba membangunkan dia. Walaupun dengan susah payah. Ia bangun dan sahur semaunya. Hari pertama itu ia hanya sanggup puasa sampai jam 12. Pas jam istirahat jam 12.00 di sekolahnya ia pun makan katanya.

Hari berikutnya, ia tidak bisa dibangunkan, dan saya sebagai ibu yang ga tegaan, akhirnya beneran ga mau memaksa keras dia untuk bangun. Sampai seminggu lebih  dia sama sekali tidak puasa. Apalagi di kelasnya tidak ada anak yang puasa.

Dari awal puasa saya sudah menjelaskan pada dia, bahwa kita akan menghadapi bulan ramadhan dan di bulan ini semua muslim berpuasa. Kita harus bangun malam dan sahur serta baru makan setelah iftar. Tapi Fathima mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan ajaibnya yang terus terang tidak bisa saya jawab dengan baik. Alhamdulillah ketika hari anak dua bulan lalu ada pameran buku, saya beli buku tentang puasa meski pada buku itu tertulis jelas untuk anak usia 8 tahun. Dan ternyata berguna, saya suruh dia baca buku itu, sedikit banyak saya yakin buku itu membantu dia mengenal puasa.

Setiap berhubungan dengan keluarga di Indonesia di bulan ramadhan ini, saya merasa cemburu karena anak adik saya yang seumuran dengan Fathima sudah mampu puasa sampai mahgrib. Tapi tetap saya tidak bisa memaksa Fathima untuk puasa, ya ga tega, apalagi dia hobi ngemil sebentar-bentar minta wortel, minta buah, minta ayran, minta cake. Jadinya saya hanya mampu berdoa semoga dia mau mencoba puasa.

Hingga sampai 3 malam lalu ketika saya dibangunkan oleh Ayu untuk sahur, begitu sampai meja makan sosok mungil kesayangan saya itu sudah duduk manis. “Kamu bangunkan dia yu?” Tanya saya pada Ayu. “Dia bangun sendiri.” Begitu jawaban Ayu.

Saya kemudian bertanya pada pada Fathima, “Anne, bende oruc tutmak istiyorum, simdi yelim mi?” Ujarnya. Saya mulanya hanya menganggap ah pasti ini hanya sampai dia merasa lapar lalu dia akan batalkan puasanya.

Waktu terus berjalan hingga sampai jam 12 siang. Dia mulai bertanya kapan iftar tiba,dan tentu saya bilang masih 8,5 jam lagi :D. Jam 3 sore dia kembali bertanya waktu iftar, dan saya pun kembali menjawab sesuai hitungan waktu. Jam 5 sore dia mulai mengusap-ngusap perutnya. “cavali karnim benim cok aciktim” diye (perutku yang malang sangat kelaparan) :v Saya bilang padanya, waktu iftar sudah dekat. Saya melihat keluar, ada anak-anak yang sedang bermain di halaman apartemen maka saya yang biasa melarang dia main di luar akhirnya mengizinkan dia keluar. Dia pun menjadi bahagia dan lupa akan rasa laparnya.

Sejam kemudian Fathima kembali masuk rumah. Dan tentu bertanya kapan iftar lagi, “kenapa, lapar ya?” Tanya saya dijawab dengan anggukkan dia disertai usapan pada perutnya. “gordun mu? Fakir insanlar da oyle hissetiler. Onlar icin yemek yok, o yuzden aciktilar.” Saya mencoba menerangkan dengan Turkce semampu saya tentang bagaimana orang-orang yang tidak beruntung tidak memiliki makanan dan kelaparan. Jawaban Fathima membuat saya terharu “insallah, Allah menjauhkan orang-orang di seluruh dunia dari lapar dan kemiskinan.” Ahhh canim kizim benim.

Saya akhirnya menyarankan dia membuka tabletnya, main games dan nonton film. Kemudian saya menambahkan iming-iming bahwa dia akan saya belikan dondurma (ice cream)  untuk buka nanti. Semangatnya kembali muncul meskipun tetap mengusap-usap perutnya :v .

Setelah perjuangan berat, akhirnya untuk pertama kali anak saya tercinta itu berhasil menuntaskan puasanya 17 jam 30 menit.

Alhamdulillah, pengalaman puasa sehari penuh tersebut tidak membuatnya kapok, ia pun bangun pada hari berikutnya, semangatnya semakin bertambah ketika Mubin abi, Muhsin abi, dan teteh oeni aka Fida berjanji akan memberikannya hadiah jika berhasil menyelesaikan puasa sampai akhir ramadhan nanti. Meskipun dia tetap merajuk mengusap-usap  perutnya ketika jam menunjukkan pukul 17.00 hehehe.

 Oruc tutmak icin tessekur ederim kizim benim, ben seni cok gurur duyuyorum (terimakasih sudah berpuasa anakku sayang, aku sangat bangga padamu). Kalimat sakti yang juga menambah dia semangat berpuasa. Iam a proud mom, yes I am. J

Note : ketika ini diposting Fathima tidak puasa, karena semalam dia tidur nyenyak ga bisa dibangunkan plus harus minum obat. Tetap maksa mau puasa, tapi begitu dibilang yang sakit boleh tidak puasa, ia menjadi ceria.. :v

No comments:

Post a Comment