“Oke, kirim chinguuu.” Kalimat
itu biasa saya lontarkan buat sohib saya di perbatasan Turki dengan Syiria sana
. Dia tuh orangnya rajin banget, dari ikan asin, kerupuk sampai ragi roti pun dia coba buat sendiri.
Dan tentunya sebagai seorang sohib, saya pun kebagian dong..he he he
Alhamdulillah.
Jarak antara Samsun dan Gaziantep
tempat di mana sohib saya tinggal itu sangat jauh, ya dengan bis sekitar 18 jam
an bisa juga lebih. Kalo naik pesawat ga da yang langsung, harus ke Istanbul
dulu routenya baru ke Antep, jadi tambah jauh ya he he. Kesimpulannya semua
hasil kreasi masakan dia ga bisa saya nikmati jika saya harus ngambil langsung
ke rumahnya, gile yang bener aje yeeeee :D. Itulah kenapa salah satu alasan saya
sangat membutuhkan jasa pengiriman barang di Turki ini. Selain memudahkan
urusan beli barang-barang kebutuhan “pokok” dapur saya, juga mempermudah kirim
mengirim “harta karun” dari dan ke teman-teman tercinta se Turki raya.
Saya menggunakan beberapa
jenis jasa kargo. Pertimbangan utama sih karena lokasi. JIka kargo dekat
dengan rumah saya, saya pilih itu. Saya biasa menggunakan Yurtici Kargo, Aras
kargo, dan PTT Kargo karena jarak ketiga kargo tersebut terhitung dekat.
Sebenarnya masih ada MNG Kargo, Surat Kargo atau ups, tapi jaraknya cukup jauh.
JIka masalah harga, maka pilihan tepat adalah
pake PTT kargo. Harganya terjangkau, pokoknya mah paling bersahabat dengan
kantong saya. Kebetulan petugas PTT di sekitar rumah saya baik-baik dan mau
saya repotkan, kalo saya pake dus yang besar, mereka dengan sukarela mencarikan
dus kecil biar ketika diukur dan ditimbang harganya jadi lebih murah. Cuma yaitu
agak sensi kalo soal makanan basah dan berbau, harus saya bungkus rapi.
Biasanya saya juga kirim pake PTT kalo uang kargo saya yang bayar sendiri he
he.
Yurtici dan Aras sebenarnya sama
saja bagi saya. Tapi berhubung Yurtici lebih jauh dari Aras, maka otomatis
pilihan saya jatuh ke aras. Dan lagi-lagi petugasnya juga sudah mengenal orang “bule”
yang satu ini, biasanya mereka percaya saja apa yang saya bilang. Pernah saya
kirim terasi Medan untuk seseorang dengan membungkusnya menggunakan daun
pisang, dan si petugas cuek saja begitu saya bilang isinya bumbu dari Negara kami.
Kargo di Turki memiliki dua system
pembayaran, bisa dibayar oleh sang pengirim atau bisa juga oleh sang penerima.
Nah..bukannya pelit nih ye, kalo masalah ini agak sensitive buat keuangan.
Soalnya harga bayar kargo selain PTT agak lumayan. Apalagi kalo ke daerah jauh,
ya terpaksa saya pake system kargo dibayar di tempat. Alhamdulillah semua teman
tidak keberatan, sudah saling mengertilah he he.
Jika ada teman yang mengatakan
dia sudah mengirim kargo buat saya, biasanya dua hari saya stand by di rumah,
atau kalau sudah tahu ada teman yang berniat mengirim sesuatu saya telpon dulu
buat memastikan kapannya agar disesuaikan dengan jadwal saya. Sistem Alici ode
(atau kargo dibayar di tempat) ini sebenarnya sangat “berbahaya”. Pertama, jika
si penerima tidak di rumah, petugas kargo biasanya meninggalkan note berisi
pemberitahuan ada kargo, di ambil di
mana, dan nomor telepon kargo yang bisa dihubungi. Nah, yang begini
harus saya hindari, karena kalau kargonya berat, saya harus ambil di tempat
kargo yang jauh pula, wah nggak banget deh hehe apalagi kalo pas musim panas.
Ke dua, kalo beberapa hari
berturut-turut sang penerima tidak mengambil barang ataupun mencari kabar
dengan menelpon kantor kargo maka barang akan dikembalikan ke kantor cabang
kargo di mana si pengirim mengirimkan kargonya (berdasarkan pengalaman saya
menggunakan Aras Kargo, jika barang satu minggu tidak diambil sang penerima,
barang dikirim balik). Nah masalahnya adalah bukan dikirim baliknya, ketika
barang sampe kembali di kantor kargo asal si pengirim, harga yang tadinya harus
dibayar sang penerima otomatis dibebankan kepada sang pengirim plusssssss biaya
kirim baik. Kembali berdasarkan pengalaman saya, ketika itu harga yang harus
dibayar oleh sang penerima adalah 14,90 TL, dan ketika balik lagi ke pengirim,
maka harga yang harus dibayar adalah 25 TL, hampir setara dengan harga bill air
saya setiap bulannya. Bayangkan saja nasib sang pengirim ini, sudah
mengantarkan kargo, harus bayar pula kargonya dua kali lipat, plus harus
ngambil balik kargonya. Mending kalo tempat kargo dekat, kalo jauh? ;) kecian kannnnnn :D
Sekedar tips buat para calon
penerima kargo :
1. Pastikan
anda memberikan alamat, nomor telpon
yang jelas dan tepat.
2. Hubungi
sang pengirim dan pastikan kapan kira-kira dia bisa mengirimkan barang.
3. Jika
sang pengirim sudah bilang bahwa dia sudah mengirimkan barang dan Anda sedang
tidak ada di tempat, segera minta kode pengiriman dan hubungi kargo setempat.
4. Jika
sudah sampai rumah, pastikan periksa pintu rumah Anda, atau papan panel apartemen, siapa tahu ada Notes dari kantor kargo.
5. Periksa
telpon Anda, biasanya kargo akan mengirimkan pesan singkat (SMS) atau bahkan
menelpon Anda.
6. Last
but not least, don’t be ignorance dan tumbuhkan empati Anda hahaha, sebenarnya
sih bukan untuk urusan kargo saja, tapi untuk segala urusan empati kadang
diperlukan..(hadeuh saya jadi ngecaprak gini).
Ne ise, Selamat memilih kargo,
jadilah pengirim dan penerima kargo yang baik ;)
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeletechingu apaan sik? hehe kudet ya.
DeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteChingu : teman mba emine hehe btw mba warteg..beginilah blogger junior mo ngecej komen malah ke sentuh remove,jd aja komennya ke remove..maaf hihi
DeleteChingu : teman mba emine hehe btw mba warteg..beginilah blogger junior mo ngecej komen malah ke sentuh remove,jd aja komennya ke remove..maaf hihi
Delete^_^ nya atuh kumaha, dimaklumilah. sama yg udah tahunan ngeblog juga kejadian kok. keep posting!
ReplyDelete