Friday, February 6, 2015

Berburu "Harta Karun" di Bumi Ottoman

Hari ini saya dapat kejutan luar biasa di pagi hari. Suprise itu diawali  dengan bunyi bel apartmen yang ditekan seseorang.

"Bu, sepertinya itu Mahir!" Teriak Mia, mahasiswi yang kebetulan sedang menginap di rumah.

Ya, Mahir, mahasiswa  OnDokuz Mayis University, yang sepengetahuan saya sedang  jalan-jalan ke Istanbul dan kayseri.

Mia sempat mengabari bahwa Mahir mo mampir sebentar ke rumah setelah sampai Samsun. Rumah saya memang tidak jauh dari universitas yang cukup ternama di kawasan laut hitam ini.

Benar saja dugaan Mia, setelah pintu di buka memang Mahir yang datang.  Pemuda yang baru berusia 20 tahunan berwajah oriental itu, segera mengucapkan salam dengan santun. Dia membawa satu tas gendong, dan satu tas pakaian jinjing.


Setelah kami berbasa-basi sebentar, Mahir segera pamit, dan kemudian..ini dia bagian suprise nya

"Bu, tas ini sekalian saya simpan di dapur saja ya." Katanya sambil berlalu menuju dapur. Saya dan Mia mengikuti sampai dapur. Penasaran dengan isinya, saya pun melihat isi tasnya.
"huahh subhanALLah banyak sekali isinya." Saya langsung mengembangkan senyum puas.

Begitu Mahir keluar dari rumah, saya dan Mia langsung tos, karena diantara beragam jenis  kerupuk dalam tas itu adalah 4 bungkus kerupuk kulit kerbau. Kami segera bersorak, apalagi Mia karena dia memang doyan sekali kerupuk kulit.



Bagi teman-teman di tanah air, kerupuk kulit tentu bukanlah hal yang begitu membuat gembira karena kapanpun  mau bisa langsung cari dan langsung dapat, sementara bagi kami yang tinggal di Turki, ini adalah barang yang termasuk langka, bahkan sepertinya tidak akan ditemukan di toko Asia yang ada di bumi ottoman ini sekalipun,

Tidak seperti negara-negara di Eropa seperti Inggris, Belanda, Jerman, yang  lebih mudah menemukan produk Asia termasuk Indonesia, Di Turki perlu perjuangan keras atau keberuntungan jika ingin menemukan bahan makanan Indonesia.  Karena saking susahnya mendapatkan bahan makanan Indonesia, maka jika kami menemukannya, seperti menemukan harta karun saja.

Balik ke belakang, 6 tahun lalu untuk menemukan bahan makanan seperti mie telor saja, susah sekali. Ada online shop yang menyediakan seperti gourmenet, produk-produk thailand, China,atau Jepang. Tapi berhubung saya kurang percaya dan tidak biasa beli online, maka ya akhirnya jadi tidak beli he he, alasan sebenernya sih karena saya dan suami bukan pengguna CC alias kartu kredit he he.

Di kota-kota besar seperti Istanbul atau Ankara, Izmir dan lainnya, cenderung lebih mudah untuk mendapatkannya, karena ada supermarket atau grochery store seperti Metro dan Kipa yang meskipun tidak banyak tapi setidaknya untuk mie telor dan kecap asin bisa didapat.

Berjalan seiringnya waktu,  di kota kecil seperti Samsun ini pun Metro buka cabang sekitar akhir Desember 2011,dan tentu saja saya termasuk orang yang cukup bahagia. Bisa mendapatkan bihun, mie telor, kecap asin, saos tiram dan teriyaki meski bukan produk tanah air. Ada juga cheddar cheese yang harganya selangit,  tahu made in China dalam kemasan kotak yang harganya wow, ada juga cumi dan udang  yang termasuk sulit didapat karena merupakan makanan yang di "haram"kan di Turki ini.

Buat merekayang berencana berkunjung atau pun tinggal di Turki dan berminat untuk berburu bahan makanan, atau makan makanan tanah air. Berikut ini adalah nama-nama  tempat dan orang-orang yang bisa dihubungi berdasarkan pengetahuan saya,

1. Warung Nusantara (Istanbul)
     Warung ini punya nya mba meily ariesta, selain menyediakan menu-menu nusantara, mba meily juga terima pemesanan bahan-bahan makanan seperti tapioka, kecap dll. FB pagenya warung nusantara.

2. Mba Nira Tami (Istanbul)
   Mba Nira menerima pemesanan bakso, sambal, dan lain-lain, untuk lebih jelas, di hubungi saja via FBnya dengan nama yang sama.

3. Ceu Zeynab Barnas (Ankara)
  Si eceu yang satu ini  menerima pesanan berbagai macam makanan dan bisa dikirim ke berbagai penjuru Turki. Bisa dihubungi FBnya di zeynab Barnas Demir.

4. Mba Citra (Bursa)
    Mba citra juga menerima pesanan berbagai macam makanan, bisa dihubungi di FBnya L Citra Kusumawati.

5. Mba Venny (Ankara)
   Kalo mau pesan mpek-mpek, bisa menghubungi mba venny dengan alamat FBnya Venny Oksasin.

6. Metro Market
   Jika Anda berada di kota besar, maka kesempatan menemukan Metro Market lebih besar. Bisa dicek di web mereka www.metro-tr.com. Mereka menjual Mie instant(temasuk I**o**e,) mie telor, bihun,berbagai jenis kecap, bumbu kari merah Thailand, ketumbar, biji pala, udang, cumi, ubi, alpukat, jeruk nipis, dan lain-lain.

7. Mie Instant  bisa ditemukan di Carefour, A 101, Makro market

8. Migros
    Beberapa jenis bumbu seperti lada putih dan biji pala tersedia di MMM dan 5M Migros. Untuk 5M Migros bisa ditemukan pula santan kelapa kaleng, dan beras ketan hitam produk Italia.

9. Pasar Tradisional
  Silahkan cek pasar tradisional setempat, untuk musim dingin kadang-kadang ada sawi putih dan hijau. Untuk musim panas bisa ditemukan cabe rawit pedas, buncis dan kacang panjang jika beruntung.

Selain tempat-tempat dan mereka yang berbisnis di atas, cara lain untuk berburu harta karun  yang bisa dijadikan opsi adalah bertemanlah sebanyak-banyaknya dengan masyarakat Indonesia di Turki, bisa dengan gelin,atau mahasiswa, bisa saja ketika mereka pulang mereka berkenan memberi anda oleh-oleh berbentuk bahan makanan he he.. atau lihat-lihat di sekitar, jika kebetulan anda berkunjung ke kampung pertanian di musim panas, lihatlah dengan cermat kebun di sekitarnya siapa tau ada pohon pisang,atau kemangi, atau bayam liar. Selamat Berburu !

No comments:

Post a Comment