Tuesday, January 20, 2015

Kadar zat besi tinggi? Donor Darah Yu

Dec,14,2014
Assalamualaykum

Desember itu musim dingin mulai menyapa mesra ...ciyeh ga  banget ye kalimatnya, this isnt me, bukan gue banget hehe..tapi beneran musim dingin tlah tiba meski kadang-kadang masih berselang dengan hawa musim gugur  yang memaksa hadir.

Musim dingin itu bagi saya bisa menyenangkan jika berurusan dengan pakaian, karena apapun yang kita pakai, jika pergi keluar tidak akan terlihat apakah kita pake baju tidur ke, baju yang penuh noda camasir suyu (semacam bayclin) kek, atau baju rumahan kek, secara kita pasti pake jaket ataupun baju dingin he he, ketauan ye pemalasnya :D Tapi musim dingin bisa menjadi tidak menyenangkan jika berurusan dengan masuk angin dan pegel-pegel.  Musim dingin kali ini pun begitu, badan rasanya remuk redam, sendi-sendi terasa sakit, pegal semua.


Atas inisiatif dari suami, akhirnya saya pergi ke saglik oca (puskesmas ) untuk cek darah gratis dan ga pake ngantri lama. Karena saglik oca kami hanya melayani penduduk atakent saja yang wilayah kerjanya tidak luas, maka tes darah hanya  terbatas dimulai dari jam 08.30 sampai jam 10.30. Berbeda dengan saglik oca yang lebih besar yang melayani tes darah setiap saat.

Arslan bey, sang saglik memur menyambut kami dengan ramah. Setelah berbasa basi dan isi data dikomputernya, memur bey pun segera meng'eksekusi". Tes darah kali ini tes biokimia, yaitu kolesterol, gula dkk, dokter pun dengan tanpa ragu juga menambahkan untuk tes tiroid juga, saya sih oke oke saja, toh  gratis ini hehe. Hasilnya baru bisa kami ambil keesokan harinya.

Sejak awal ke Turki, saya sudah kagum dengan sistem kesehatan di sini. Terutama untuk saglik oca. Setiap orang memiliki hak untuk memilih dokternya sendiri. Ketika pertama kali datang ke saglik oca di wilayah rumah kami yang baru, kami daftar dan memilih dokter tetap sendiri, jadi kami tidak akan berganti-ganti dokter.

Setiap dokter memiliki bidan sendiri, sementara suster hanya bertugas untuk menyuntik serta tindakan-tindakan medis yang perlu. Tidak perlu daftar-daftaran, tinggal ambil nomor, dan tunggu giliran. Ketika dokter akan menentukan resep baru diminta nomor ktp. Urusan pun selesai. Sangat mudah.

Singkat cerita hasil pun keluar, dan Allahim ternyata kadar zat besi saya tinggi. Dokter menyarankan saya segera cek ke internist, tapi sebelum cek saya lebih memilih googling tentang hal ini. Ternyata kelebihan zat besi bisa mengakibatkan nyeri sendi yang parah, bahkan bisa memicu penyakit jantung. Saya semakin serius membaca semua artikel yang berkaitan dengan hal ini, baik artikel yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Turki.

Setelah banyak membaca-baca artikel itulah akhirnya  diambilah keputusan DONOR DARAH. Kenapa donor darah? Ternyata donor darah, selain bisa membantu mereka yang membutuhkan transfusi darah, juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Terutama bagi mereka yang kelebihan zat besi.

Dari beberapa artikel kesehatan yagn kubaca, jika pria memiliki kadar zat besi tinggi maka ia rentan terkena penyakit jantung, karena pria tidak seperti wanita yang belum menopouse subur dimana setiap bulan mengalami proses menstruasi membuang darah. Sehingga zat besi yang tersimpan bisa digunakan untuk memproduksi darah dan tidak menumpuk di badan. Untuk lebih detilnya silahkan digoogling yeeeeee. Nah untuk kasus saya, ternyata kelebihan zat besi ini saya mencurigai penyebabnya adalah TERE, lalapan turki yang kalau di Indonesia mirip dengan daun lobak. itu enak bangettt, tapi ternyata kandungan zat besinya pun tinggi buangetttt, dan aku menghabiskan banyakkk bangetttt, karena aku suka bangetttttttttttttttt. Memang bener bangetttt, makan berlebihan itu gaaaa boleh bangetttttttttt :D

Tepat di hari ulang tahun perkawinan kami yang ke 6, saya mendonorkan darah di mobil donor darah milik palang merah Turki. Mobil ini biasanya berada di tempat-tempat strategis seperti pusat kota, kampus, atau juga alun-alun kota.  Awalnya sempat ragu, karena beberapa adik mahasiswa yang mau mendonorkan darah sempat ditolak dengan alasan masa tinggal di Turki yang belum lebih dari 3 tahun. Alhamdulillah, setelah suami bicara dengan petugas donor darah saya diminta untuk mengisi formulir dilanjutkan dengan tes.

Semua proses berjalan lancar, sampai  ketika saya melihat jarum yang akan dipakai untuk mengambil darah. Ya Allah, saya pikir sebesar jarum yang biasa dipakai untuk tes darah, ternyata besar juga ya he he. Bismillah, dengan menutup mata, saya membiarkan si petugas menusukkan jarum ke lipatan pergelangan tangan, dan dimulailah donor darah   untuk pertama kalinya dalam hidup saya itu.  Kurang lebih sekitar 15 menit dan 450 ml. Lumayan boooo. :D

Setelah selesai  saya ditawari minum soda dan gofret (wafer), tadinya sempet berharap dikasih indomie dan telor ha ha ha mimpi kali ye, memangnya ini  di Indonesia.

Beberapa hari kemudian, saya di SMS oleh KIZILAY, palang merahnya Turki. Isinya ucapan terimakasih karena sudah mendonorkan darah. Senangnya ;)




Mobil Donor Darahnya, di dalamnya bisa sekali masuk bisa untuk dua orang. Petugasnya sekitar 6 orang.



In sha Allah, sepertinya setelah ini saya bakal berlangganan mendonorkan darah nih setiap 4 bulan sekali, setelah tahu manfaatnya bagi kesehatan.

 Yu donorkan darah kita, selain bisa membantu yang membutuhkan, kita juga mendapatkan manfaat kesehatan untuk kita sendiri.

Wassalam
NAZ

Note : Seperti biasa, foto diambil oleh photographernya Samsun. Pokoknya, segala foto tentang Samsun ada deh di mas Ullih :)


No comments:

Post a Comment