Buat orang Indonesia yang ndeso macam saya ini, tidak bisa kalau makan tanpa nasi. Nah, pindah ke Turki yang makanan pokoknye roti, terang aja repot habis. Orang Turki juga makan nasi sih, bahkan beberapa jenis masakannya banyak yang menggunakan nasi. Namun, tidak dimakan setiap hari, seperti saya ini.
Kenapa orang Turki makan roti ya? he he logika saya adalah, di sini banyak tananman gandum, jadi gandum lebih murah, sedangkan padi sangat jarang, jadi harganya pun mahal, sesuai hukum ekonomi lah, semakin mudah didapatnya sebuah barang, harganya semakin murah, semakin sulit semakin mahal, he he he betul gak ya itu hukum ekonomi? Lupa lagi :D Jadi kesimpulan saya, orang Turki makan roti karena beras mahal, ha ha ha bisa ditabokin orang turki se dunia ini dengan penjelasan yang ngawur ini..hehe abaikan ...
Awal datang ke Turki Januari 2009, harga per kilo beras di Samsun masih kisaran 2 TL kalo musim panen, dan 2,5 TL kalo bukan musimnya. Tapi sekarang harga beras menggila, se kilo mencapai 4,5 TL, itu pun beras yang kurang bagus, bahkan di swalayan bisa mencapai 6-8 TL per kilo. 1 TL berkisar antara 5000 - 5500 Rupiah. Silahkan dihitung ya :D dan jangan kaget :p
Suatu hari, ketika suami kebetulan ada di rumah, dia datang dari suatu tempat dengan menjinjing dua karung beras yang masing-masing beratnya 5 kilogram. Tadinya saya menduga dia memesan beras pada temannya yang di Terme, sebuah wilayah pertanian di Samsun dimana terdapat pesawahan dengan harga beras yang cukup murah kalo musim panen. Ternyata, beras tersebut dia dapatkan di Samsun kota, tepatnya di Toprak Mahsus Ofisi (TMO), atau semacam bulog di Indonesia.
Panen tahun lalu harga beras per lima kilo 10 TL, saat beras di pasaran berharga 3,5-4 TL per kilo untuk beras lokal. Namun setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung saja. Siapapun boleh datang membeli beras tersebut, termasuk orang asing seperti kami. Ya, Kami :D
Hari ini pun, kembali saya meminta tolong mas Ullih, photographernya samsun itu lho :D untuk membelikan saya se karung beras, berhubung suami saya masih bekerja di luar sono. Kalo bukan minta tolong mas Ullih, y a pilihan selanjutnya saya suruh saja Mas Alvin, mahasiswa jurusan Biologi Ondokuz Mayis University. Azas manfaat banget ye..he he, tapi ga pa pa kok, mereka dengan senang hati membelikan saya beras, Bukan demikian maslar? ;)
Berdasarkan laporan mas Ullih yang terkini, harga beras per 5 kilo menjadi 13,5 TL dan maksimal pembelian tetap dua karung.
Sebenarnya, kalau musim panen tiba, sekitar Agustus, September, TMO Samsun juga melempar beras ke pasaran dengan harga per paket per kilogram 2,5 TL. Biasanya disebar di mini market seperti SOK, kadang Migros dan kalau sudah begitu, biasanya saya nimbun dongggggg :D mumpung murah.
Wilayah pertanian padi ini biasanya di Terme atau Bafra. Musim panennya setahun sekali, pas summer doang.
Ini salah satu pesawahan di Terme
Ini dia tempat jual berasnya..jangan salah fokus sama yang merah ya :D Selain minta tolong beli beras, saya juga diberi bonus foto TKP oleh Mas Ullih. Thankyou mas ;)
Jadi sekarang, tidaklah terlalu memberatkan isi ATM saya lagi urusan beras ini, karena di Samsun kami bisa beli di Toprak Mahsus Ofisi bagian Pirinc satis reyonu, dengan harga miring dan kualitas bagus. Kalau musim panen,kita bisa dapat beras baru, kalau musim dingin biasanya beras yang agak lama, tapi rasa tetap enak.
Jadi jika anda mengkonsumsi nasi pagi, siang, malam, setiap hari seperti saya, sebaiknya hubungi kantor TMO, bisa jadi kantornya deket rumah Anda sehingga Anda bisa berhemat urusan beras ini ;) Mudah-mudahan TMO di kota lain juga seperti di Samsun ini, jika tidak, mungkin TMO nya jual kuru fasulye atau mercimek yang murah :D
Wassalam
Naz
Jadi jika anda mengkonsumsi nasi pagi, siang, malam, setiap hari seperti saya, sebaiknya hubungi kantor TMO, bisa jadi kantornya deket rumah Anda sehingga Anda bisa berhemat urusan beras ini ;) Mudah-mudahan TMO di kota lain juga seperti di Samsun ini, jika tidak, mungkin TMO nya jual kuru fasulye atau mercimek yang murah :D
Wassalam
Naz



No comments:
Post a Comment