Salah satu yang sangat saya kagumi dari rakyat Turki adalah nasionalisme yang tinggi, baik terhadap budaya, makanan, produk dalam negeri, dan lain-lainnya deh. Kadang atau lebih tepatnya sering mereka susah untuk welcome terhadap budaya asing, makanan asing bahkan nama asing, meski pun tidak semua, tapi rata-rata sih. he he..
Cinta produk dalam negeri atau budaya sendiri itu memang harus, tapi yang agak unik adalah kalau tidak mau memanggil seseorang karena nama asingnya lalu menamai orang tersebut dengan nama Turki, hmm itu baru luarrrrrrr biadab..eh biasa :D
Saya masih ingat ketika bagaimana pertama reaksi keluarga suami mendengar nama saya. Segera saat itu juga mereka berembug menentukan panggilan untuk saya. Semua mengajukan saran, dan yang menang akhirnya hala (tante: adik dari ayah suami). Dan nama itu adalah NazLI (baca : Nazleu)
"I dont understand your people, its a given name by my parents,why can u respect it?" Akirnya saya menumpahkah kekesalan pada suami. Sepertinya saya juga merasa nasionalisme saya buat Indonesia tengah dipermainkan.
"Bukan tidak menghormati, tapi para orang tua agak kesusahan menyebutkan namamu, itu saja." Pembelaan suami itu tidak membuat saya puas, apa susahnya sih nyebut nama saya.
Sejak menikah dengan suami, perbedaan budaya, cara berfikir, cara mengambil keputusan, cara pandang terhadap sesuatu itu memang benar-benar berbenturan. Terkadang dia suka membanggakan negeri tercintanya itu dan membuat saya marah karena dia terkesan "meremehkan" Indonesia walaupun memang yang dia bilang itu adalah kenyataan. Sempat saya menangis, karena dibilang rakyat Indonesia jorok-jorok buang sampah di mana-mana, pengamen juga di mana-mana, mau makan saja ga nyaman, dll. He he he ...
Balik lagi ke masalah nama ini. Akhirnya meski saya gak suka, para tetua itu tetap saja memanggil dengan nama Turki, hingga nama itu terkenal ke seluruh sanak saudara suami dan juga satu mahalle (kelurahan), well ga pa pa lah, yang penting suami ga ikut-ikutan manggil saya pake nama Turki. Jadilah mereka memanggil saya dengan Nazli. Dan herannya, setelah itu, setiap ada orang Turki yang nanya siapa nama saya, jawaban saya dengan refleksnya menyebutkan nama Turki. Haduhhhh kayaknya saya udah ketakutan duluan untuk menyebutkan nama asli saya, atau jangan-jangan saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan nama itu he he.
Pada awalnya saya fikir, hanya keluarga suami saya saya yang memberikan nama Turki pada menantu asing mereka, ternyata teman-teman gelin yang saya tahu pun diberikan nama Turki oleh keluarga suaminya. Jadi yasudlah, toh bukan saya sendiri ini dan nama yang diberikan pun biasanya nama yang bagus bahkan banyak yang diberikan nama istri-istri atau putri Rosulullah SAW.
Satu hal yang menarik dari orang Turki tentang nama ini, mereka biasanya tidak "kreatif" seperti orang Indonesia masa kini. Satu nama bisa dipakai banyak orang di Turki, misalnya nama Ahmet, atau Emine, satu kelas saja bisa ada 2-4 orang dengan nama yang sama, dan yang membedakan hanya surname atau nama keluarga saja di belakangnya, dan nama belakangpun kadang pasaran juga. Seperti nama Ahmet contohnya, soyadinya Demir, jadi Ahmet Demir, dan kalo iseng nyari ,itu yang muncul di FB searchnya bisa ratusan :v
Selain itu, mereka juga suka regenerasi nama. Misalnya neneknya bernama Fatma, maka ia akan menamai nama yang sama buat anak perempuannya, atau ayahnya bernama Efe, maka anak laki-lakinya pun diberi nama Efe sebagai bentuk hormat dan sayang dengan ayahnya tersebut.
Beruntung, sistem kependudukan di Turki sudah top, kalo tidak.... hmmm pasti bakal ribet ngurus identitas seseorang karena saking banyaknya nama yang sama.
assalamu'alaykum teh nazlı...
ReplyDeletekayaknya kenal nih hihihi.
apa kabar mbak? baru nemu blog ini tanpa sengaja krn mampir dr warteg hehehe.
seru mbak. ndaftar jadi pembaca setiamu deh.
walaykumsalam Emine Hanimmm , apa kabar? apakabar juga si kecil? kangenn ihhhhh udah lama ga skype-an....
ReplyDeletealhamdulillah, kabar baik semuanya. si kecil udah tambah montok kyk emaknya hehehe.
Deleteiya, kpn nih skype-an lg. isenf aja gitu, ngobrol2 ga penting hehehe