“Anne, iki tane daha yildiz
aldim, bana tebrik etmiyormusun? 19 yildiz oldu.” (anne, saya dapat 2 bintang lagi, kamu tidak
kasih aku selamat? Sekarang jadi 19 bintang). Ya, Adem hoca selalu memberikan
satu atau dua bintang untuk pencapaian muridnya, dan setiap 10 bintang, akan
mendapatkan hadiah. Kebanyakan bintang yang didapat anakku itu dia dapat dari
mata pelajaran Turkce, hehe, padahal emaknya ini Turkcenya jalan di tempat, segitu-gitu
aja. Di rumah pun yang biasa dia dengar adalah percakapan dalam bahasa
Indonesia,tapi mashaAllah, Turkcenya mantap haha.
Setiap kali dia dapat bintang,
saya biasa bertanya bagaimana dia bisa mendapatkannya, dan dengan riang gembira
bersemangat Fa pasti cerita. Hanya beberapa waktu belakangan ini, ada yang
sedikit menarik perhatian. Setiap kali dia dapat bintang, bahkan dua bintang,
itu untuk bagian menulis. Ya, menulis, dia baru saja lancar baca dan mulai baca
cepat, sekarang sudah bisa menulis (mengarang maksudnya hehe). Saya masih ingat
ketika aku kelas satu, saya pun sudah bisa menulis, di akhir semester dua an, tulisannya masih 4-5 kalimat saja, tentang jatuh naik sepeda kalo tidak
salah he he. Nah yang Fathima ini, tulisannya tidak 4-5 kalimat, tapi satu
halaman dan yang “aneh” tulisannya dia itu bukan tentang jatuh dari sepeda tapi
tentang pria paling popular se jagat Turki. Ya, Mustafa Kemal Ataturk. Pada bab Ataturk, dalam buku kegiatan diminta
menuliskan tentang masa kecil pendiri Republik Turki tersebut. Fathima dengan
lancarnya, dan tanpa melihat dengan kata-kata yang berbeda menuliskan dengan
detail mulai dari tempat lahir, nama orang Tua, bagaimana Ataturk mendapatkan
namanya, siapa adikknya, dimana sekolahnya, dengan bahasanya sendiri.
Terus terang, saya kagum, tapi
kekaguman saya bukan pada anak saya, melainkan bagaimana seorang anak kelas
satu SD, yang termasuk orang asing, yang tidak pernah dikenalkan dengan Ataturk
sebelumnya, bisa menghafal sebegitunya. Saya pun lebih kaget lagi ketika anak
saya menuliskan akronim dari nama ATATURK, di huruf R dia menulis, kau akan selalu
ada dan dikenang dalam jiwa dan hati kami. :O dan
gurunya memberikannya dua bintang sekaligus. “cunku snifta en guzel yazan olan ben.” (karena di kelas, yang
paling bagus nulisnya aku.” Begitu katanya.
Saya jadi bertanya, waktu kelas
satu dulu, saya tidak tahu banyak tentang proklamator kita Soekarno-Hatta, atau
kemungkinan jika saya bertanya pada SD di Indonesia kelas 1 siapakah orang tua
Soekarno,dan perjalanan hidupnya, saya rasa tidak akan se detil itu, cmiiw
yaaaaa, kali aja kurikulum sekarang sudah dibahas dengan detil.
Beberapa hari yang lalu wali
kelas Fathima kembali mengadakan pertemuan rutin bulanan. Kali ini membahas
perkembangan baca anak dan pemahaman terhadap bacaan.
Sebenarnya sih saya datang, ya
datang aja untuk mendengarkan karena terus terang kalau untuk berdiskusi saya
masih belum berani dan merasa gak kan memahami sepenuhnya apa yang dikatakan
Adem Hoca. Saya lebih memilih berdiskusi melalu whatsapp he he karena kalau
saya ga ngerti apa yang dia katakan bisa saya tanyakan atau lihat kamus dulu he
he he.
Focus saya kemarin waktu rapat di
kelas Fathima bukan pada apa yang dikatakan hoca karena Alhamdulillah saat ini
saya merasa tidak ada kesulitan yang berarti dalam proses belajar anak saya.
Fokus saya kali ini adalah melihat apa saja yang terdapat pada kelas Fathima.
Guru anak saya ini rajin sekali.
Dindin kelas penuh dengan pernak pernik berhubungan dengan huruf dan hitungan
dan saya yakin semua bikinan sendiri. Semuanya berwarna-warni dan menarik. Di setiap sudut ada hasil karya
anak-anak.
Tapi tetap di antara semuanya,
saya melihat satu yang tak berbeda dengan kelas-kelas lain ataupun kelas
Fathima waktu TK dulu. Ya…foto orang paling terkenal se Turki raya. Mustafa
Kemal Ataturk. Pemimpin republic Turki yang pertama, dan masih dipuja puji
sampai sekarang.
Jika di Indonesia foto yang di pasang di atas papan tulis adalah
selalu foto pemimpin yaitu presiden yang sedang berkuasa bersama wakil
presidennya maka di sini adalah foto pemimpin Republik Turki yang pertama.
(Istiklal Marsi - Ataturk - Genclik Hitabe)
Di sebelah foto Ataturk, terdapat pesan tertulis Ataturk untuk para
pemuda atau disebut juga genclik hitabe.
Di sisi lain terdapat Ataturk kosesi, atau sudut Ataturk. Semacam foto-foto
rangkuman kehidupan Ataturk bersama penjelasannya. Dari Ataturk kose inilah saya jadi tahu bagaimana Fathima bisa hafal sejarah Ataturk.
Saya tidak melihat
foto presiden dan perdana menteri Turki yang sedang berkuasa terpampang di salah satu bagian dinding manapun. Dari situ saya sudah bisa menyimpulkan, kemungkinan besar bagi rakyat Turki, pendiri
Republik Turki jauh lebih penting untuk dikenang dan dijadikan idola ketimbang
pemimpin yang sekarang berkuasa.
Di setiap instansi, rumah sakit,
gedung olahraga, kesenian, semuaaaa pesan-pesan Ataturk dituliskan. Jadi
teringat cerita Tasya tentang ketika dia check up darah di rumah sakit, dia
dinasihati oleh seorang bapa, jangan takut disuntik, kamu tahu kalo Ataturk
dulu berjuang tanpa takut bla bla bla … hahaha segitunya orang mengidolakan
beliau.
Terlepas dari perdebatan bahwa
Ataturk membawa Turki pada sekulerisme yang berlebihan sehingga kehidupan
beragama menjadi terpinggirkan, yang perlu dicatat adalah kenyataan bagaimana
usaha untuk rakyat Turki agar tetap menghargai siapa yang mereka anggap
pahlawan dan juga prioritas dalam memperdalam dan mempertahankan nasionalisme.
No comments:
Post a Comment