Wednesday, April 13, 2016

Pria Paling Populer se Republik Turki

“Anne, iki tane daha yildiz aldim, bana tebrik etmiyormusun? 19 yildiz oldu.”  (anne, saya dapat 2 bintang lagi, kamu tidak kasih aku selamat? Sekarang jadi 19 bintang). Ya, Adem hoca selalu memberikan satu atau dua bintang untuk pencapaian muridnya, dan setiap 10 bintang, akan mendapatkan hadiah. Kebanyakan bintang yang didapat anakku itu dia dapat dari mata pelajaran Turkce, hehe, padahal emaknya ini Turkcenya jalan di tempat, segitu-gitu aja. Di rumah pun yang biasa dia dengar adalah percakapan dalam bahasa Indonesia,tapi mashaAllah, Turkcenya mantap haha.

Setiap kali dia dapat bintang, saya biasa bertanya bagaimana dia bisa mendapatkannya, dan dengan riang gembira bersemangat Fa pasti cerita. Hanya beberapa waktu belakangan ini, ada yang sedikit menarik perhatian. Setiap kali dia dapat bintang, bahkan dua bintang, itu untuk bagian menulis. Ya, menulis, dia baru saja lancar baca dan mulai baca cepat, sekarang sudah bisa menulis (mengarang maksudnya hehe). Saya masih ingat ketika aku kelas satu, saya pun sudah bisa menulis, di akhir semester dua an,  tulisannya masih 4-5 kalimat saja, tentang jatuh naik sepeda kalo tidak salah he he. Nah yang Fathima ini, tulisannya tidak 4-5 kalimat, tapi satu halaman dan yang “aneh” tulisannya dia itu bukan tentang jatuh dari sepeda tapi tentang pria paling popular se jagat Turki. Ya, Mustafa Kemal Ataturk.  Pada bab Ataturk, dalam buku kegiatan diminta menuliskan tentang masa kecil pendiri Republik Turki tersebut. Fathima dengan lancarnya, dan tanpa melihat dengan kata-kata yang berbeda menuliskan dengan detail mulai dari tempat lahir, nama orang Tua, bagaimana Ataturk mendapatkan namanya, siapa adikknya, dimana sekolahnya, dengan bahasanya sendiri.

Terus terang, saya kagum, tapi kekaguman saya bukan pada anak saya, melainkan bagaimana seorang anak kelas satu SD, yang termasuk orang asing, yang tidak pernah dikenalkan dengan Ataturk sebelumnya, bisa menghafal sebegitunya. Saya pun lebih kaget lagi ketika anak saya menuliskan akronim dari nama ATATURK, di huruf R dia menulis, kau akan selalu ada dan dikenang dalam jiwa  dan hati kami.  :O dan gurunya memberikannya dua bintang sekaligus. “cunku snifta en guzel  yazan olan ben.” (karena di kelas, yang paling bagus nulisnya aku.” Begitu katanya.

Saya jadi bertanya, waktu kelas satu dulu, saya tidak tahu banyak tentang proklamator kita Soekarno-Hatta, atau kemungkinan jika saya bertanya pada SD di Indonesia kelas 1 siapakah orang tua Soekarno,dan perjalanan hidupnya, saya rasa tidak akan se detil itu, cmiiw yaaaaa, kali aja kurikulum sekarang sudah dibahas dengan detil.
                                                                                       

Beberapa hari yang lalu wali kelas Fathima kembali mengadakan pertemuan rutin bulanan. Kali ini membahas perkembangan baca anak dan pemahaman terhadap bacaan.
Sebenarnya sih saya datang, ya datang aja untuk mendengarkan karena terus terang kalau untuk berdiskusi saya masih belum berani dan merasa gak kan memahami sepenuhnya apa yang dikatakan Adem Hoca. Saya lebih memilih berdiskusi melalu whatsapp he he karena kalau saya ga ngerti apa yang dia katakan bisa saya tanyakan atau lihat kamus dulu he he he.

Focus saya kemarin waktu rapat di kelas Fathima bukan pada apa yang dikatakan hoca karena Alhamdulillah saat ini saya merasa tidak ada kesulitan yang berarti dalam proses belajar anak saya. Fokus saya kali ini adalah melihat apa saja yang terdapat pada kelas Fathima.

Guru anak saya ini rajin sekali. Dindin kelas penuh dengan pernak pernik berhubungan dengan huruf dan hitungan dan saya yakin semua bikinan sendiri. Semuanya berwarna-warni  dan menarik. Di setiap sudut ada hasil karya anak-anak.
Tapi tetap di antara semuanya, saya melihat satu yang tak berbeda dengan kelas-kelas lain ataupun kelas Fathima waktu TK dulu. Ya…foto orang paling terkenal se Turki raya. Mustafa Kemal Ataturk. Pemimpin republic Turki yang pertama, dan masih dipuja puji sampai sekarang.


Jika di Indonesia foto  yang di pasang di atas papan tulis adalah selalu foto pemimpin yaitu presiden yang sedang berkuasa bersama wakil presidennya maka di sini adalah foto pemimpin Republik Turki yang pertama.

(Istiklal Marsi - Ataturk - Genclik Hitabe)

Di sebelah foto Ataturk,  terdapat pesan tertulis Ataturk untuk para pemuda atau  disebut juga genclik hitabe. Di sisi lain terdapat Ataturk kosesi, atau sudut Ataturk. Semacam foto-foto rangkuman kehidupan Ataturk bersama penjelasannya. Dari Ataturk kose inilah saya jadi tahu bagaimana Fathima bisa hafal sejarah Ataturk.


Saya tidak melihat foto presiden dan perdana menteri Turki yang sedang berkuasa terpampang di salah satu bagian dinding manapun. Dari situ saya sudah bisa menyimpulkan, kemungkinan besar bagi rakyat Turki, pendiri Republik Turki jauh lebih penting untuk dikenang dan dijadikan idola ketimbang pemimpin yang sekarang berkuasa.

Di setiap instansi, rumah sakit, gedung olahraga, kesenian, semuaaaa pesan-pesan Ataturk dituliskan. Jadi teringat cerita Tasya tentang ketika dia check up darah di rumah sakit, dia dinasihati oleh seorang bapa, jangan takut disuntik, kamu tahu kalo Ataturk dulu berjuang tanpa takut bla bla bla … hahaha segitunya orang mengidolakan beliau.


Terlepas dari perdebatan bahwa Ataturk membawa Turki pada sekulerisme yang berlebihan sehingga kehidupan beragama menjadi terpinggirkan, yang perlu dicatat adalah kenyataan bagaimana usaha untuk rakyat Turki agar tetap menghargai siapa yang mereka anggap pahlawan dan juga prioritas dalam memperdalam dan mempertahankan nasionalisme.

No comments:

Post a Comment